Pantai Ratenggaro - Wisata Alam dan Budaya Magis Pulau Sumba

Pantai Ratenggaro. Nusa Tenggara identik dengan adat budaya yang masih kental. Selain wisata yang begitu menarik minat wisatawan dalam dan luar negeri, berbagai wisata alam ada di Nusa Tenggara, salah satunya adalah Pantai Ratenggaro. Pantai Ratenggaro memang belum cukup popular di kalangan wisatawan. Namun, penggemar sejarah tentu tertarik berkunjung karena adanya kubur-kubur batu tua jaman Megalitikum di Pantai Ratenggaro Nusa Tenggara Timur ini.

Pantai Ratenggaro

Pantai Ratenggaro berada di Desa Ratenggaro, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Berada sekitar 35 kilometer barat daya Tambolaka.

Pantai Ratenggaro merupakan salah satu pantai di Pulau Sumba yang keindahannya sudah diakui dunia. Pantai ini memiliki banyak keunikan yang menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. 

Pantai ini masih alami dan bersih. Lokasinya cukup menarik karena tepat di muara sungai dengan air biru. Menjelajasi destinasi wisata di Sumba Barat Daya ini tentu sangat menarik karena selain alamnya yang indah, dengung sejarah juga bisa disaksikan.

Cara ke Pantai Ratenggaro

Dari Kota Tambolaka, dibutuhkan 48 km. Jika ingin naik kendaraan umum, ada bus dan bus mini ke Bondo Kodi. Kemudian, bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor. Jika ingin jalan alternatif, bisa membawa agen perjalanan untuk datang ke Pantai Ratenggaro.

Kampung Ratenggaro

Pantai Ratenggaro

Kampung Ratenggaro berada tak jauh dari pantai. Jadi setelah menghabiskan waktu di pantai, kamu bisa menjelajahi rumah tradisional Ratenggaro. Rumah-rumah ini masih mempertahankan arsitektur asli yang pasti membuatmu semakin bahagia berada di Sumba.

Jejeran kampung adat suku Kodi yang unik dengan atap menjulang hingga 15 meter yang nampak, akan membawamu serasa kembali ke masa silam. Selain menikmati keindahan alam, kamu bisa mempelajari sejarah, adat dan budaya Ratenggaro. 

Ada kepercayaan di desa ini bahwa kamu tidak boleh menyeberangi sungai untuk ke desa berikutnya, Wainyapu. Kamu juga tidak boleh bernyanyi atau bersiul. Jadi, kamu harus mematuhi peraturan adat tersebut ya!.

Pantai Ratenggaro

Pantai Ratenggaro

Berwisata ke Pantai Ratenggaro, akan disuguhi wisata alam dan juga budaya. Tiba di pantai, kesan pertama adalah suasana etnik, karena kamu akan melewati banyak desa tradisional. 

Pantai ini jarang tersentuh oleh wisatawan sehingga masih sangat tampak alami. Pantai Ratenggaro merupakan pertemuan muara sungai dengan laut. Pantai yang bersih, tenang dan dikelilingi laut biru nan asri dan akan membuatmu merasakan suasana nyaman ketika mengunjungi pantai ini.

Pantai di Sumba ini memiliki ombak besar dengan long roll. Sehingga cocok sekali bagi kamu yang suka surfing. Tapi hati-hati guys, karena ada palung dalam disini. Jika tidak suka surfing, ya.... menonton saja sambil menikmati panorama alam juga tak kalah menarik.

Kubur Batu Megalitikum

Pantai Ratenggaro

Tak panorama pantainya, disini kamu juga bisa melihat kehancuran makam dari jaman Megalitikum, sekitar 4.500 tahun yang lalu. Suasana pantai yang menawan akan terasa magis dengan adanya kubur batu megalitik yang berjajar di sisi pantai dengan padang rumput yang indah.

Ratenggaro adalah nama sebuah kampung adat yang telah lenyap dan menyisakan kubur-kubur batu. Lokasi ini terkenal karena ditemukannya 304 kubur batu dan 3 diantaranya terbilang unik. 3 kubur batu itu adalah kubur batu leluhur yang dulunya berukuran raksasa dan diseret dari kampung ke pantai melewati teluk yang dalam. 

Akibat abrasi, kampung adat Ratenggaro kini sudah dipindahkan di puncak dinding tebing di lengkungan muara Sungai Waiha. Meski kampungnya telah lenyap, Kawasan pantai Ratenggaro tetap meninggalkan daya magis dan menjadi wisata sejarah yang unik.

Tips Wisata di Pantai Ratenggaro :
  1. Sebaiknya menggunakan sepatu tertutup karena bebatuan karang yang tajam.
  2. Bagi yang tak pandai benenang, tak disarankan untuk bermain di air, apa lagi berenang. 
  3. Taati aturan adat desa setempat.
  4. Buat kamu yang ingin membeli oleh-oleh, kawasan tersebut juga dimanfaatkan masyarakat setempat untuk menjual tenunan Sumba ang terkenal dengan motif-motif khasnya. 
  5. Jangan mengotori area wisata, jangan merusak maupun melakukan vandalisme.
  6. Pantai ini buka setiap hari dalam 24 jam dengan tarif masuk Rp15 ribu perorang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel